Baru-baru ini, sebuah perusahaan riset pasar internasional merilis "Laporan Pasar Kantong Berdiri Global 2026." Laporan tersebut menunjukkan bahwa dengan peningkatan kebijakan pembatasan plastik secara global dan meningkatnya permintaan konsumen terhadap kemasan yang praktis, pasar kantong berdiri mengalami pertumbuhan pesat. Data menunjukkan bahwa ukuran pasar kantong berdiri global diperkirakan tumbuh dari 26,94 miliar dolar AS pada tahun 2025 menjadi 29,81 miliar dolar AS pada tahun 2026, yang mewakili tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sebesar 10,7%.
Dalam gelombang pertumbuhan ini, "bahan tunggal yang sangat dapat didaur ulang" telah menjadi tokoh utama mutlak. Kantong berdiri konvensional selama ini mengalami tingkat daur ulang yang rendah akibat kesulitan memisahkan bahan komposit. Namun, tahun ini, kantong berdiri yang terbuat dari bahan polietilen (PE) tunggal atau polipropilen (PP) tunggal mengalami peningkatan signifikan dalam penetrasi pasar berkat kemampuan daur ulangnya yang sangat baik. Diperkirakan pada tahun 2030, pasar kemasan fleksibel berbahan tunggal akan berkembang secara signifikan, dengan kantong berdiri menyumbang 40% pangsa pasar, jauh di atas jenis kantong lainnya.

